Kolaborasi dengan Peneliti Dunia, Calon Doktor Muda Siap Lahirkan Publikasi Internasional


Jakarta - Sebanyak 33 calon Doktor muda Indonesia akan diberangkatkan ke berbagai negara di dunia. Mereka merupakan mahasiswa program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) batch II yang lolos mengikuti program Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) Tahun 2017. Alih-alih berkesempatan jalan-jalan ke luar negeri, mereka justru diberi tugas untuk menghasilkan publikasi internasional di jurnal bereputasi.

Sejumlah negara yang menjadi tujuan program PKPI di antaranya Jepang, Prancis, Jerman, Inggris, Slovakia, hingga Brazil. Selama tiga sampai empat bulan, para peserta akan berkolaborasi dengan peneliti di kampus mitra luar negeri tujuan untuk meriset sekaligus merasakan atmosfer akademis di sana. Mengingat tak semua mahasiswa meraih kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti memberikan beberapa pesan kepada peserta.

"Saya percaya bahwa mahasiswa PMDSU adalah calon Doktor muda yang potensial. Oleh sebab itu, jadikan kesempatan ini untuk merasakan atmosfer akademis yang tentu berbeda dengan di Indonesia. Jaga hubungan baik dengan profesor. Di sana, orang-orangnya itu sangat tepat waktu," ucapnya saat memberikan pembekalan kepada peserta, Kamis (14/8).

Ghufron memberi target kepada mahasiswa PMDSU supaya menghasilkan minimal satu publikasi internasional selama mengikuti PKPI. Menurut dia, selama ini kiprah para mahasiswa PMDSU dalam menghasilkan publikasi cukup baik. Bahkan, mampu menginspirasi para dosen Indonesia untuk semakin terpacu dalam menulis publikasi.

"Mahasiswa PMDSU sebelumnya berhasil menghasilkan delapan sampai sembilan publikasi, baik nasional maupun internasional. Saya yakin, kalian semua di sini juga bisa. Saat ini jumlah publikasi internasional Indonesia sudah melampaui Thailand. Artinya, sekarang para dosen sudah mulai bangun untuk menulis. Saya harap kalian juga ikut berkontribusi," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Kualifikasi Sumber Daya Manusia, Mukhlas Ansori mengingatkan kepada para peserta untuk teliti, terutama terkait dokumen-dokumen yang diperlukan sebagai syarat keberangkatan. Pasalnya, jika ada kesalahan dokumen, akan menghambat administrasi pemberangkatan. Selain itu, mahasiswa harus siap mental menghadapi tantangan yang akan dihadapi selama program berlangsung.

"Jangan sampai baru datang sudah ingin pulang ke Indonesia. Juga terkait kesehatan harus dijaga. Buktikan bahwa mahasiswa PMDSU ini memang unggul dan hebat. Kuncinya adalah kerja keras dan terus belajar, serta memanfaatkan waktu seoptimal mungkin," tuturnya.

Selain mendapat arahan dari Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti dan Direktur Kualifikasi Sumber Daya Manusia, 33 calon Doktor muda tersebut juga memperoleh materi pra keberangkatan dari Kepala Subdirektorat Kualifikasi Pendidik, Juniarti Duwi Lestari serta dua Tim Beasiswa PMDSU, Dewa Ngurah Suprapta dari Universitas Udayana dan Rino Rakhmata Mukti dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Secara khusus, Dewa Ngurah Suprapta menjelaskan mengenai budaya penelitian di Negeri Sakura, Jepang.

"Para peserta kali ini paling banyak ke Jepang, ada 17 orang. Di Jepang ada berbagai kultur yang harus kalian ketahui, terutama ketepatan waktu. Di sisi lain, jangan lupa membangun jaringan sehingga ketika pulang ke Indonesia, hubungan tetap berjalan dengan baik untuk kolaborasi riset selanjutnya," tandas Suprapta. (ira)

Sumber: ristekdikti

Dibaca : 17 x. Diposting Tanggal : 02-Oktober-2017